Langkah ini menjadi respons atas tekanan berkepanjangan dari organisasi kemanusiaan, meski kekerasan di wilayah Palestina masih terus berlangsung.
Pembukaan ini hanya berlaku untuk pergerakan orang dan dilakukan secara terbatas, sebagaimana disampaikan COGAT, Badan Kementerian Pertahanan Israel.
"Perlintasan Rafah akan dibuka pada hari Minggu (1 Februari) untuk kedua arah, hanya untuk pergerakan orang yang terbatas." bunyi pernyataan Badan Kementerian Pertahanan Israel dikutip dari
BBC.
Akses keluar-masuk disebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Mesir, setelah pemeriksaan keamanan individu oleh Israel, serta berada di bawah pengawasan misi Uni Eropa.
Penyeberangan melalui Rafah ditutup sejak Mei 2024 oleh pasukan Israel. Akses ini sempat dibuka terbatas pada awal 2025, namun Israel memutuskan perbatasan tidak akan dibuka kembali sebelum jenazah sandera Israel terakhir di Gaza, Ran Gvili dikembalikan.
Meski demikian, situasi keamanan di Gaza masih memanas. Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan puluhan orang tewas akibat serangan Israel pada Sabtu, 31 Januari 2026.
BERITA TERKAIT: