Massa Berpayung Kuning Kembali Suarakan Pro-Demokrasi di Hongkong

Senin, 02 Februari 2015, 14:17 WIB
Massa Berpayung Kuning Kembali Suarakan Pro-Demokrasi di Hongkong
foto/net
rmol news logo Ribuan warga Hongkong kembali turun ke jalanan demi menyuarakan protes terkait penegakkan demokrasi di negara tersebut pada Minggu (1/2).  

Aksi tersebut merupakan demo susulan terkait campur tangan Tiongkok dalam rencana pemilihan umum di Hongkok.

Diketahui pada Agustus tahun lalu, negeri tirai bambu mengeluarkan keputusan yang mengijinkan warga Hongkong untuk memilih secara langsung Kepala Eksekutif yang merupakan jabatan tertinggi bagi sipil di Hongkong tahun 2017 mendatang. Namun, kandidat-kandidat Kepala Eksekutif itu harus terlebih dulu mendapat persetujuan dari komite di Tiongkok.

Bagi kelompok pro-demokrasi Hongkong, hal itu merupakan bentuk campur tangan Tiongkok dalam demokrasi Hongkong.

Keputusan itu memicu gelombang protes sejak akhir tahun lalu. Kali ini, aksi unjuk rasa kembali terjadi.

Mereka meneriakkan suara mereka yang menyebut bahwa hak pilih yang diberikan di Hongkong adalah palsu. Mereka juga menggunakan payung berwarna kuning yang menjadi simbol protes tahun lalu dan digunakan untuk melindungi diri dari semprotan gas air mata oleh polisi di depan gedung parlemen Hongkong.

"Ini merupakan hak pilih universal yang semu dan seringkali kita temukan, bahwa kita tidak mendapat hak untuk memilih siapa yang kita mau," kata salah seorang demonstran Julia Choi seperti dimuat Time.

Menurut keterangan penanggungjawab demonstran, aksi tersebut dihadiri oleh sekitar 13 ribu warga Hongkong. Namun pihak kepolisian menyebut bahwa aksi hanya diikuti oleh 8 ribu warga.

Polisi tidak menyatakan keberatan atas demo tersebut, hal ini mengacu atas perintah departemen pemerintahan dalam negeri untuk mencegah adanya kekacauan yang terjadi tahun lalu.

Aksi tersebut mulanya akan digelar pada 1 Januari lalu. Namun karena berbenturan dengan pemilihan parlemen putaran kedua maka di undur satu bulan kemudian. [mhs/mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA