Menurut keterangan daru Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dijadwalkan akan menyampaikan pidatonya dalam acara tersebut.
"Tahun ini, pihak penyelenggaran juga mengundang Dalai Lama," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat Bernadette Meehan.
'Seperti yang telah dilakukan di masa lalu, Presiden akan bertemu dengan banyak pemimpin religi lainnya dalam acara tersebut. Namun demikian, kami tidak memiliki jadwal untuk mengelar pertemuan khusus dengan Dalai Lama," sambungnya seperti dimuat
Press Tv.
Bila Dalai Lama memenuhi undangan Obama itu, maka acara National Prayer Breakfast pekan depan itu akan menjadi kali pertama di mana Dalai Lama dan Obama tampil bersama di hadapan publik. Sebelum-sebelumnya, pertemuan dengan Dalai Lama selalu dilakukan secara tertutup.
Perlu diketahui, National Prayer Breakfast sendiri merupakan acara yang digelar di Washington pada hari Kamis pertama di bulan Februari setiap tahunnya. Pendiri acara tersebut adalah Abraham Vereide.
Acara yang pertama kali digelar tahun 1950an itu biasanya diisi dengan serangkaian pertemuan serta jamuan makan. Mulanya, acara itu dikenal dengan sebutan Presidential Prayer Breakfast. Namun nama itu diubah menjadi National Prayer Breakfast sejak tahun 1970an.
Acara sarapannya sendiri biasanya dihadiri oleh sekitar 3.500 tamu, termasuk undangan internasional dari sekitar 100 negara. Dengan demikian, acara tersebut sengaja dirancang untuk menjadi forum bagi elit politik, sosial, dan bisnis untuk merakit dan membangun hubungan.
[mel]
BERITA TERKAIT: