Menurut laporan terbaru yang dirilis PBB pada Jumat (23/10), desa-desa tersebut hancur dalam serangan yang menargetkaan warga sipil. Hancurnya desa memaksa ratusan ribu penduduki sipil mengungsi dari tempat tinggal mereka sepanjang tahun lalu.
Press TV memuat, Sudan diketahui merupakan negara yang tidak ramah terhadap penilaian PBB. Pasalnya, pada akhir tahun lalu, tepatnya tanggal 26 Desember, Sudan telah mengusir dua orang pejabat tinggi PBB.
Kedua pejabat tinggi PBB yang diusir adalah Resident and Humanitarian Coordinator at the United Nations Development Program (UNDP) Ali al-Za’tari dan UNDP’s Country Director Yvonne Helle.
Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeris Sudan (Jumat, 22/1), mereka diusir karena dinilai telah melakukan penghinaan kepada pemerintah Sudan.
Pemerintah Sudan juga menyerukan kepada badan dunia untuk bisa menghormati kedaulatannya.
Pemerintah Sudan sendiri diketahui kerap berselisih dengan misi gabungan PP-Uni Afrika di Darfur yang dikenal sebagai UNAMID. Perintah Sudan telah menutup kantor HAM UNAMID di ibukota, Khartoum, dan meminta misi untuk mempersiapkan rencana keluar.
Menurut laporan resmi, 61 penjaga perdamaian telah tewas sejak awal misi UNAMID di Darfur pada tahun 2007.
Darfur diketahui telah menjadi ajang kekerasan sejak tahun 2003, ketika pemberontak mengangkat senjata melawan pemerintah di Khartoum. Ada juga pertempuran suku di wilayah tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: