Anak-anak Korban Konflik Dilarang Hamas Kunjungi Israel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 29 Desember 2014, 14:00 WIB
Anak-anak Korban Konflik Dilarang Hamas Kunjungi Israel
rmol news logo Sebanyak 37 anak-anak yang orang tuanya menjadi korban tewas dalam konflik Israel-Gaza terbaru beberapa bulan lalu dilarang oleh faksi Hamas untuk mengunjungi Israel dalam sebuah program perjalanan yang diorganisir oleh aktivis perdamaia pada Minggu (28/12).

Anak-anak itu berusia antara 12 hingga 15 tahun. Mereka didampingi oleh lima orang dewasa yang merupakan aktivis. Namun mereka terpaksa kembali ke perbatasan Erez karena dilarang memasuki Israel.

BBC mengabarkan, program perjalanan yang diorganisir oleh Candle for Peace and Arab-Israeli itu mengajak anak-anak korban konflik datang ke kota-kota di Israel dan juga Ramallah Tepi Barat untuk bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Program yang berlangsung selama satu minggu itu sendiri telah disetujui oleh otoritas keamanan Israel dan Hamas. Namun Hamas tiba-tiba saja membatalkan program itu dengan dalih untuk melindungi anak-anak dari normalisasi politik dengan Israel.

Perlu dikabarkan kembali, dalam konflik selama 50 hari yang terjadi antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza Palestina pada Juli-Agustus lalu, sedikitnya ada 2.100 orang warga Palestina yang tewas dan 67 warga Israel tewas. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA