"Hati saya hancur oleh tindakan berdarah dingin tidak masuk akal dan teror di Peshawar yang membentang di depan kita. Saya mengutuk tindakan mengerikan dan pengecut ini," kata aktivis pendidikan yang juga peraih Nobel Malala Yousafzai.
Sementara itu Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif segera menyerukan tiga hari berduka atas tragedi tersebut.
"Ini adalah tragedi nasional. Mereka adalah anak-anak saya. Ini adalah kehilangan saya," kata Nawaz seperti dikabarkan
Al Jazeera.
"Serangan Peshawar jelas merupakan tindakan pengecut. Pemerintah berkolaborasi dengan militer akan mengambil keputusan untuk melawan terorisme. Kita tidak akan berhenti hingga terorisme dihentikan," sambungnya.
Selain itu Perdana Menteri India Narendra Modi dengan tegas mengecam serangan Taliban tersebut.
"Ini adalah tindakan yang tidak masuk akal atas kebrutalan yang tak terkatakan yang telah merenggut nyawa orang-orang yang paling tidak bersalah, yakni anak-anak di sekolah mereka," kata Modi.
Ungkapan senada pun juga keluar dari Gedung Putih. Dalam pernyataannya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam serangan yang terjadi dan berdoa bagi para korban serta keluarga yang ditinggalkan.
"Kita berdiri dengan warga Pakistan dan menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat untuk mendukung pemerintah Pakistan dalam upaya memerangi terorisme dan ekstrimisme serta mempromosikan perdamaian serta stabilitas di kawasan tersebut," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: