Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa, Ban Ki Moon, menegaskan, serangan terhadap warga sipil tidak dibenarkan.
Kecaman juga datang dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat, yang begitu yakin kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam, Boko Haram, sebagai dalang di balik serangan mematikan kemarin.
"Meskipun sementara belum ada yang mengakui serangan-serangan ini, namun ciri-cirinya mengarah ke Boko Haram dalam upayanya untuk mengacaukan Nigeria," kata Jurubicara Kementerian Luar Negeri AS, Jen Psaki, seperti dikutip dari
AFP.
Dalam tragedi di Masjid Agung Kano, sedikitnya 120 orang tewas dan 270 lainnya mengalami luka-luka. Serangan terjadi saat jamaah sedang shalat Jumat.
Masjid ini terletak di istana Emir (penguasa) Kano, Muhammad Sanusi II, ulama kedua Muslim paling senior di Nigeria, yang pekan lalu mendesak warga sipil untuk mengangkat senjata melawan Boko Haram.
[ald]
BERITA TERKAIT: