Perdana Menteri Australia Tony Abbott selaku tuan rumah perhelatan itu menyebut bahwa para pemimpin negara anggota akan menggunakan momen tersebut untuk membahas soal permasalahan ekonomi seperti menciptakan lapangan pekerjaan baru, mengidentifikasi penipuan pajak, dan memperkuat ekonomi global.
"Jelas saya ingin diskusi ini untuk fokus pada reformasi politik ekonomi," kata Abbott saat membuka sesi diskusi (Sabtu, 15/11).
Ia menekankan, bahwa fokus utama pertemuan itu adalah untuk menunjukkan kemajuan rencana yang telah dirumuskan sebelumnya untuk meningktakan GDP global sebesar dua persen ke atas hingga tahun 2018 mendatang. Kendati demikian, bukan berarti isu global lainnya tidak akan diulas dalam pertemuan yang dihadiri oleh 19 pemimpin negara dan satu pemimpin Uni Eropa itu.
Setiap negara akan menyajikan rencana komprehensif pada pertemuan itu terkait bagaimana mereka akan mencapai tujuan itu sebelum akhirnya dibuat sebuah komunike resmi bersama besok (Minggu, 16/11).
Sementara itu Menteri Keuangan Australia Joe Hockey menyebut, pertemuan puncak tersebut juga akan mengulas soal strategi pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota. Hal itu mencakup langkah-langkah yang diperlukan demi meningkatkan investasi infrastruktur, meningkatkan perdagangan dan persaingan, serta meningkatkan partisipasi pasar tenaga kerja.
"Sementara kita masih menghadapi tantangan ekonomi di banyak bagian dunia, saya optimis komitmen dua persen kami akan memberikan pertumbuhan kebutuhan dunia," kata Hockey dikutip
Associated Press.
[mel]
BERITA TERKAIT: