Mata uang yang itu berbentuk koin yang terdiri dari emas murni yang disebut dinar dan perak murni yang disebut dirham. Mata uang dinar sendiri saat ini digunakan di sejumlah negara, namun bahan pembuat koinnya bukan merupakan emas dan perak murni.
Dinar yang terbuat dari emas murni itu beratnya sekitar 4,3 gram, sedangkan dirham sekitar 3 gram.
Di satu sisi mata uangnya terdapat tanda tulisan Islam. Sementara itu di sisi lainnya ada nama penguasa serta tanggal.
Media Rusia,
Itar-tass pada Selasa (11/11) mengabarkan, koin mata uang baru tersebut akan diedarkan dalam beberapa minggu ke depan di wilayah pendudukan ISIS di sebagian Irak dan Suriah.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: