Presiden Brazil Diduga Korupsi, Ribuan Orang Tuntut Pilpres Ulang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/shoffa-a-fajriyah-1'>SHOFFA A FAJRIYAH</a>
LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH
  • Minggu, 02 November 2014, 11:41 WIB
Presiden Brazil Diduga Korupsi, Ribuan Orang Tuntut Pilpres Ulang
Dilma Rousseff
rmol news logo Ribuan orang kembali turun ke jalan di Sao Paulo, Brazil untuk menuntut Presiden Dilma Rousseff mundur dari jabatannya.

Diperkirakan sekitar 2.500 orang berjalan di jalan-jalan protokol menginginkan adanya pemilihan presiden kembali. Hal ini di tengah adanya tuduhan kasus korupsi oleh Dilma.

Para demonstran melakukan long march sambil berteriak "Turunkan Dilma" dan "Turunkan Partai Pekerja (partai Dilma)."

"Kami di sini mendorong Dilma untuk diberhentikan. Dan untuk menunjukkan bahwa kita ingin Partai Buruh. Kami ingin mereka-mereka (para pejabat dari Partai Pekerja) meninggalkan kekuasaan," kata
seorang demonstran Maria Lucia Monteiro, seperti dikutip AFP.

Aksi ini terjadi beberapa hari setelah Dilma terpilih kembali dalam pemilu yang digelar pada Minggu (26/10).

Dilma yang meraih 51 persen suara, terpilih menjadi Presiden Brazil periode kedua. Dia mengalahkan rivalnya, Aecio Neves, pemimpin oposisi yang meraih 48,4 persen suara.

Dilma Rousseff sudah berkuasa sejak 2011. Dia dulunya adalah seorang aktivis kiri yang pernah dipenjara.

Seorang ekonom, Marlon Laube yang juga ambil bagian dalam protes juga menyuarakan penolakan terpiihnya kembali Dilma sebagai orang nomor satu di Brazil.

"Dalam periode pertamanya Dilma mendapat utang negara dalam utang. Selain itu, saya yakin ada kecurangan dalam pemilu ini. Saya tidak pernah turun ke jalan untuk memprotes. Tapi sekarang, aku berada di sini. Itulah mengapa saya di sini," ujarnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA