Volume Perdagangan Lesu, Dubes Korsel Sebut CEPA Salah Satu Jalan Keluar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 03 Oktober 2014, 16:45 WIB
Volume Perdagangan Lesu, Dubes Korsel Sebut CEPA Salah Satu Jalan Keluar
duta besar korea selatan untuk indonesia cho tai young/rmol
rmol news logo Indonesia dan Korea Selatan merupakan rekanan strategis yang menjalin hubungan bilateral dengan baik.

"Ini bukan sekedar retorika, tapi merupakan hal yang direalisasikan. Kita (Indonesia-Korea) melakukan banyak hal bersama di regional, mulai dari pertahanan hingga kebudayaan. Kita juga rekanan dalam masyarakat internasional," kata Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Tai Young di sela pembukaan "Korea Indonesia Festival 2014" di Main Atrium Lotte Shopping Avenue Jakarta (Jumat, 3/10).

Namun Cho menyoroti soal penurunan volume perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan beberapa waktu terakhir.

"Pada tahun 2011, volume perdagangan kedua negara mencapai 30 miliar dolar AS. Namun pada tahun lalu menurun menjadi 24 miliar dolar AS," sebut Cho yang baru menempati posisi duta besar di Indonesia Mei lalu itu.

Karena itu, Cho menilai, untuk meningkatkan volume perdagangan itu, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan membangun Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

"Bila kita berhasil membuat perjanjian itu, maka kita bisa meningkatkan volume perdagangan," jelasnya.

Perlu diketahui, Indonesia dan Korea Selatan gagal mencapai kesepakatan soal CEPA setelah menjalin negosiasi sejak Juli 2012 lalu. Perjanjian itu sendiri mencakup soal liberalisasi perdagangan antara kedua negara. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA