Seorang pejabat Israel yang enggan disebutkan namanya menuturkan kepada media nasional setempat,
Walla!, bahwa para delegasi dari kedua negara akan melanjutkan pembicaraan yang dimediatori oleh Mesir, untuk membahas topik inti dalam agenda guna mencapai gencatan senjatapermanen antara Israel dan kelompok militan Palestina di Jalur Gaza, yang dipimpin oleh Hamas.
Awalnya, pejabat itu mengatakan, Mesir mengundang kedua belah pihak untuk bertemu pada hari Rabu (24/9). Namun karena perayaan Tahun Baru Yahudi jatuh pada hari itu, pihak Israel meminta untuk memajukan satu hari sebelumnya.
Ia juga merinci para delegasi Israel yang akan hadir, di antaranya adalah pengacara Yitzhak Molcho, tim negosiasi dari pihak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Kepala Badan Keamanan Israel Yoram Cohen, dan Direktur Kebijakan dan Urusan Militer Politik di Kementerian Pertahanan Amos Gilad.
Hal lain yang akan jadi pembahasan dalam negosiasi ini adalah adanya tuntutan-tuntutan dari kedua belah pihak. Israel menuntut Jalur Gaza menjadi demiliterisasi dan meminta Hamas untuk melucuti senjatanya.
Sementara Hamas menuntut pembangunan pelabuhan di pantai Jalur Gaza dan memulihkan bandara di wilayah itu, serta pembebasan tahanan Palestina dalam pertukaran dengan sisa tahanan tentara Israel.
[wid]
BERITA TERKAIT: