Ancaman Teror Meningkat, Australia Perketat Keamanan Parlemen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 19 September 2014, 14:50 WIB
Ancaman Teror Meningkat, Australia Perketat Keamanan Parlemen
penjagaan oleh polisi australia/net
rmol news logo Australia meningkatkan keamanan di sekitar gedung parlemen menyusul adalanya dugaan bahwa gedung tersebut akan menjadi salah satu serangan oleh kelompok ekstrimis.

"Ada obrolan pasti antara jaringan pendukung teroris untuk melakukan serangan kepada pemerintah, dan gedung parlemen telah disebutkan secara khusus," kata Perdana Menteri Australia Tony Abbott pada Jumat (19/9).

Ia menegaskan, Kepolisian Federal Australia bertanggungjawab penuh atas keamaan sejumlah tempat di Canberra.

"Selanjutkan kita menempatkan Polisi Federal Australia untuk mengamankan, bukan hanya di luar gedung tapi juga di dalam gedung," sambungnya.

Langkah tersebut diambil Abbott sehari setelah serangan antri terorisme besar-besaran terhadap sekelompok ekstrimis yang diduga terkait dengan ISIS di Sydney. Lebih dari 800 petugas keamanan mengambil bagian dalam operasi itu dan menahan 15 orang.

Ditanyai soal serangan tersebut, Abbott menyebut bahw apetugas keamanan telah bertindak ceoat untuk mengangalkan kelompok yang diduga terkait dengan jaringan teror itu.

"Karena kami yakin bahwa eksekusi demonstrasi ini cenderung cepat," sambungnya.

BBC mengabarkan, operasi itu dipicu oleh sadapan percakapan telepon antara anggota ISIS senior di Australia terhadap dimpatisan domestik yang mentebut bahwa mereka akan melakukan serangkaian pemenggalan acak dan seranga. Dalam percakapan itu, gedung parlemen Australia menjadi salah satu target serangan. [mel]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA