Dikutip dari Reuters, Sabtu 17 Januari 2026, seorang pejabat AS mengatakan pertemuan yang terjadi pada Kamis ini sesuai arahan langsung dari Presiden Donald Trump dan menjadi yang pertama pasca penggulingan Presiden Nicolas Maduro awal bulan ini.
Pejabat tersebut menagatakan, dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas kerja sama intelijen, stabilitas ekonomi, serta upaya memastikan Venezuela tidak lagi menjadi tempat aman bagi musuh Amerika Serikat, terutama jaringan perdagangan narkoba.
Kunjungan Ratcliffe dilakukan pada hari yang sama ketika tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, menyerahkan medali Nobel Perdamaian miliknya kepada Presiden Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih.
Sejak mengirim pasukan untuk menangkap Maduro, pemerintah AS belum secara terbuka menyatakan bahwa oposisi harus mengambil alih kekuasaan, meskipun sebelumnya Washington menegaskan bahwa sekutu Machado memenangkan pemilu Venezuela tahun 2024 secara sah.
Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di bawah pemerintahan Maduro, kini menjadi presiden sementara setelah militer AS menangkap Maduro dan menerbangkannya ke AS untuk diadili atas tuduhan terkait narkoba.
Sebelumnya, Rodriguez sempat mengecam pemerintahan Trump, menuduh AS telah “menculik” Maduro dan menuntut agar ia dikembalikan ke Venezuela. Namun, Washington menilai Rodriguez sebagai figur yang dapat diterima untuk memimpin sementara, demi menjaga stabilitas negara.
Pejabat AS itu menambahkan bahwa pertemuan selama dua jam antara Ratcliffe dan Rodriguez difokuskan pada pembangunan kepercayaan antara Amerika Serikat dan Venezuela.
“Direktur CIA menegaskan bahwa Venezuela tidak lagi boleh memberikan dukungan kepada kelompok pengedar narkoba seperti Tren de Aragua (TDA),” kata pejabat tersebut, merujuk pada geng kriminal internasional asal Venezuela.
Kunjungan Ratcliffe pertama kali dilaporkan oleh The New York Times. Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas pertemuan tersebut.
BERITA TERKAIT: