Penarikan tersebut, menurut keterangan yang dirilis PBB, dilakukan karena lingkungan tersebut dinilai memiliki tantangan yang besar terutama dari kelompok pemberontak bersenjata.
Pantauan
CNN, terdapat belasan kendaraan PBB yang melintasi wilayah perbatasan di Dataran Tinggi Golan yang dikendalikan Israel. Penarikan pasukan itu sendiri dilakukan PBB beberapa pekan setelah terjadi insiden penyanderaan puluhan pasukan penjaga perdamaiannya oleh kelompok pemberontak dari wilayah Suriah.
Selang seminggu kemudian, kelompok pemberontak Al-Nusra Front kemudian membebaskan 45 pasukan penjaga perdamanan PBB asal Fiji. Mereka dikabarkan dalam kondisi yang baik.
Sedangkan pasukan yang berasal dari Filipina berhasil melarikan diri ketika baku tembak terjadi dengan kelompok militan.
Insiden penyanderaan itu terjadi setelah kelompok pemberontak Suriah mengambil kendali satu-satunya jalur perbatasan antara Suriah dan Israel itu, tepatnya di kota Quneitra Suriah akhir Agustus lalu.
Diketahui, PBB telah menempatkan pasukan perdamaiannya di Dataran Tinggi Golan sejak tahun 1974, menyusul negosiasi antara Israel dan Suriah untuk mengurangi ketegangan dan berbagi perbatasan. Israel sendiri telah menduduki sebagian wilayah itu setelah merebutnya selama perang 1967 dengan Mesir, Yordania, dan Suriah.
PBB menempatkan setidaknya 1.250 pasukan penjaga perdamaian yang berasal dari enam negara, yakni Fiji, Filipina, India, Nepal, Irlandia, dan Belanda di wilayah itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: