Perdana Menteri Australia Tony Abbott menjelaskan, menurut sistem tersebut, level "high" berarti ada ancaman dan potensi serangan terorisme di Australia.
"Ini tidak berarti serangan teror sudah dekat, kita tidak memiliki intelijen khusus dari plot tertentu. Apa yang kita miliki adalah informasi intelijen bahwa ada orang-orang dengan maksud dan kemampuan tertentu untuk melakukan serangan," kata Abbott dalam konferensi pers yang digelar di Canberra (Jumat, 12/9).
Perlu diketahui, Australia meluncurkan sistem peringatan nasional itu sejak tahun 2003 dengan empat level ancaman yakni
low,
medium,
high, dan
extreme. Sejak sistem itu diluncurkan, level ancaman hanya berada pada titik "medium" dan baru kali ini berada pada level "high".
Namun Abbott menjelaskan, peringatan itu tidak akan membuat kehidupan sehari-hari warga negaranya berubah.
"Apa yang lebih mungkin diperhatikan masyarakat adalah kemanan lebih di bandara, keamanan di pelabuhan, keamanan lebih di pangkalan militer, keamanan lebih di gedung-gedung pemerintah dan keamanan lebih di acara-acara publik yang besar," katanya dikutip
CNN.
Keputusan untuk menaikkan level peringatan nasional itu sejalan dengan apa yang sebelumnya diperkirakan oleh direktur jenderal Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO) David Irvine awal pekan ini.
Ia menyebut, tingkat keamanan semakin tinggi menyusul banyaknya warga negara Australia yang ikut bergabung dengan kelompok ekstrimis ISIS di Timur Tengah.
"Mereka menjadi perhatian karena jika mereka pulang, mereka membawa hasil pelatihan yang berpotensi (ancaman)," jelasnya.
Pemerintah Australia sejauh ini mencatat setidaknya ada 60 warga negaranya yang bergabung dengan ISIS serta ada sekitar 100 fasilitator ISIS yang masih berada di Australia.
[mel]
BERITA TERKAIT: