Demikian sebagaimana disampaikan jurubicara PBB yang kepada BBC (Minggu, 31/8) tidak disebutkan namanya. Jurubicara itu mengatakan bahwa situasi di lapangan saat ini telah aman meski sesekali masih terjadi ketegangan. Namun begitu, ia tidak merinci secara detail bagaimana proses penyelamatan tersebut.
Sementara itu, kepala militer Filipina menyebutkan bahwa pasukan penjaga perdamaian lain yang berjumlah 40 orang berhasil meloloskan diri dari kepungan kelompok militan setelah melepas tembakan membela diri.
"Semua berada dalam posisi yang aman. Kami telah pindah dari posisi sebelumnya, tetapi kami membawa semua senjata kami," kata Letnan Kolonel Filipina Ramon Zagala.
Menurut Menteri Pertahanan Filipina Voltaire Gazmin, pasukannya tersebut mendapat serangan dan terperangkap Sabtu pagi (30/8) di pos PBB yang disebut dengan kamp 68. Namun ia tidak merinci soal berapa jumlah pasukan yang terperangkap.
Dalam beberapa hari terakhir para pemberontak Suriah diketahui telah menculik sekitar 44 pasukan penjaga perdamaian Fiji dan 75 pasukan Filipina yang berjaga di dua pos PBB yang berbeda. Pasukan pemberontak yang diduga merupakan front al-Nusa itu diketahui berjuang untuk menduduki titik persimpangan ke Dataran Tinggi Golan yang berbatasan langsung dengan Israel sepanjang pekan ini.
[ian]
BERITA TERKAIT: