Kebanjiran Orang dari Libya, Tunisia Tutup Perbatasan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 02 Agustus 2014, 13:11 WIB
Kebanjiran Orang dari Libya, Tunisia Tutup Perbatasan
peta tunisia/net
RMOL. Tunisia menutup perbatasan utamanya dengan Libya pada Jumat (1/8), setelah ribuan warga Libya, Mesir serta warga negara asing lainnya berupaya memasuki perbatasan demi menghindari pertempuran milisi.

Warga Libya serta sejumlah warga negara asing lainnya berupaya memasuki Tunisia karena itu merupakan satu-satunya jalan untuk keluar dari Libya bandara utama di ibukota Tripoli diduduki oleh sejumlah kelompok militan yang berebut kekuasaan sejak beberapa pekan terakhir.

Dikabarkan Associated Press, pada saat penutupan perbatasan kemarin terjadi kerusuhan ketika ribuan warga Mesir berusaha memasuki Tunisia dari Libya tanpa visa. Mereka berupaya menerobos ke bagian pagar perbatasan di Ras Ajdir.

Sehari sebelum penutupan perbatasan, kerusuhan serupa juga terjadi yang mengakibatkan dua warga Mesir tewas.

Untuk diketahui, kendati telah lepas dari rezim pemerintahan diktator Moammar Gadhafi pada tahun 2011 lalu, namun kondisi di Libya belum juga stabil hingga saat ini. Pasalnya pemerintah masih sulit mengendalikan aksi kelompok-kelompok militan yang berupaya membuat kekuasaannya sendiri.

Aksi terbaru kelompok militan terjadi pada awal Juli lalu ketika kelompok militan yang berasal dari kota barat Misrata melakukan serangan kejutan pada kelompok militan dari kota barat Zintan yang menguasai bandara di Tripoli. Konflik antar kelompok militan itu selain mengganggu akses keluar-masuk Libya juga menyebabkan warga sipil menjadi korban. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US