Protes Serangan ke Gaza, Bolivia Cabut Perjanjian Bebas Visa dengan Israel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 31 Juli 2014, 08:02 WIB
Protes Serangan ke Gaza, Bolivia Cabut Perjanjian Bebas Visa dengan Israel
ilustrasi/net
rmol news logo Bolivia memutuskan untuk meninggalkan perjanjian bebas visa dengan Israel, sebagai bentuk protes atas serangan ke wilayah Gaza yang telah menewaskan lebih dari 1.300 jiwa sejak 8 Juli lalu.

Perjanjian bebas visa yang telah dibentuk sejak tahun 1972 itu memungkinkan warga Israel untuk bepergian secara bebas ke Bolivia.

"Bolivia membuat keputusan tegas untuk mengakhiri perjanjian tentang visa ke Israel yang dibuat pada 17 Agustus 1972," kata Presiden Bolivia Evo Morales usai rapat kabinet seperti dikutip Russia Today (Rabu, 30/7).

"Dengan kata lain, kami mendeklarasikan (Israel) sebagai negara teroris," ucapnya.

Morales menjelaskan bahwa, serangan yang dilakukan Israel menunjukkan bahwa negara tersebut tidak mampu menjamin prinsip menghormati hidup berdampingan dengan damai dan harmonis.

Hubungan Bolivia dengan Israel sendiri telah mengalami keregangan sejar Israel melancarkan serangan ke Palestina tahun 2009 lalu.  Hubungan itu semakin memburuk dengan serangan terbaru yang dilakukan Israel.

Sikap Bolivia menentang serangan Israel telah ditunjukkan sejak awal bulan lalu di mana Morales mengajukan Israel atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan kepada Komisioner Tinggi PBB untuk HAM.

Bolivia bukan satu-satunya negara Amerika Latin yang menentang serangan Israel yang banyak menewaskan warga sipil itu. Sebelumnya Chile, El Salvador juga menunjukkan sikap protes kepada Israel dengan memanggil duta besarnya awal pekan ini. Langkah serupa juga dilakukan oleh Ekuador, Brazil, dan Peru. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA