Pasangan ini awalnya memesan tiket pesawat Malaysia Airlines untuk terbang pada Kamis (17/7) bersama MH17 pulang ke kampung halamannya usai berbulan madu. Namun karena beberapa alasan mereka kemudian memajukan penerbangan sehari sebelumnya (Rabu, 16/7).
"Kami awalnya memiliki jadwal berada di pesawat itu, tapi kemudian kami mengubahnya lantaran berpikir kami akan terlalu jetlag untuk bekerja pada hari Senin," kata La Posta yang dilansir dari
ABC News (Minggu, 20/7).
Meski merasa beruntung, kedua pasangan tersebut tetap merasa bersedih atas insiden yang merenggut 298 jiwa tersebut.
"Kami merasa beruntung, tapi pada saat yang sama hati kita juga turut berduka untuk para keluarga yang mengharapkan orang yang mereka cintai
untuk datang kembali," tandasnya.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: