Pasalnya, AS khawatir kelompok teroris seperti al-Qaeda tengah melakukan pengembangan bahan ledak baru yang lebih baik dan sulit terdeteksi oleh alat keamanan di bandara.
Dikabarkan
Associated Press, seorang pejabat anti terorisme di AS menyebut, intelejen menemukan adanya indikasi bahwa pakar bom asal Yaman yang berafiliasi dengan al-Qaeda di semenanjung Arab telah melakukan perjalanan ke Suriah dan mengembangkan bahan ledak di sana.
Sedangkan di semenanjung Arab sebelumnya ditemukan kasus-kasus jatuhnya pesawat akibat adanya bahan peledak yang disembunyikan oleh penumpangnya melalui berbagai bentuk yang sulit terdeteksi.
Karena itulah AS khawatir bila pakar bom yang kini disebut berada di Suriah itu akan dapat mengancam AS. Mengingat AS dan negara-negara Barat hingga saat ini masih kerap memberangkatkan warganya ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok oposisi melawan rezim Bashar al-Assad,
AS khawatir, bila bandara-bandara yang melayani penebangan langsung ke AS tidak memiliki prosedur keamanan yang ketat, maka penyusup akan dapat ikut dalam penerbangan dengan membawa bahan peledak.
[mel]
BERITA TERKAIT: