"Insya Allah dalam waktu satu minngu ini akan efektif menghancurkan sarang teroris," kata Maliki kepada
BBC pada Kamis, (26/6).
Maliki menyebut proses pembelian jet Amerika Serikat terlalu bertele-tele, sedangkan kelompok militan perlu diredam dari udara.
"Saya perlu terus terang dan mengatakan bahwa kami tertipu ketika menandatangani kontrak (dengan Amerika Serikat)," sambung Maliki.
"Kita harus berusaha untuk membeli jet tempur lain seperti Inggris, Perancis, dan Rusia untuk melakukan perlindungan udara bagi pasukan kita," sambungnya.
Ia menyebut, Irak akan memperoleh jet tempur bekas dari Rusia dan Belarus sekitar dua atau tiga hari mendatang.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: