Menurut keterangan yang dikeluarkan Pentagon pada Selasa (24/6), pada gelombang pertama jumlah personel yang dikerahkan adalah hampir setengah dari 300 personel operasi khusus yang dijanjikan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Sementara sisanya akan dikirim pada gelombang kedua yang diperkirakan akan tiba dalam beberapa hari ke depan.
Dari total pasukan gelombang pertama yang tiba, telah dibentuk dua tim berjumlah total 40 orang yang segera dikerahkan ke garis depan pertempuran dengan kelompok militan ISIL.
Selain itu, 90 personel lainnya akan bekerja di Baghdad untuk mendirikan sebuah pusat komando baru operasi bersama.
Jumlah personel tersebut, berdasarkan laporan
BBC, masih akan terus bertambah dalam beberapa waktu mendatang.
Obama sebelumnya telah menekankan bahwa pesukannya itu dikirim bukan untuk dijadikan kekuatan operasional, melainkan untuk dijadikan sebagai penasihan militer dan menyediakan bantuan intelejen.
Pemerintah Iraik juga telah meminta bantuan Amerika Serikat untuk melakukan serangan udara. Namun Obama menolak dengan dalih enggan memicu tuduhan bahwa pihaknya mengambil peran dalam konflik sekretarian yang terjadi di Irak tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: