"Masa depan Irak bergantung pada keputusan yang dibuat dalam beberapa hari dan beberapa minggu ke depan," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry usai bertemu dengan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki di Baghdad pada Senin (23/6).
Kerry menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan inklusif dan berkelanjutan bagi Irak untuk melawan Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL) hanya bila Irak berhasil membentuk pemerintahan baru sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan oleh kedua belah pihak, yakni tanggal satu Juli mendatang.
"Dukungan kami akan intens, berkelanjutan, dan akan efektif jika para pemimpin Irak bersatu untuk menghadapi ancaman militan," sambung Kerry seperti dilansir
CNN.
Dengan kepemimpinan Maliki yang berasal dari kelompok Syiah, pemerintah telah kehilangan kontrol di sejumlah wilayah yang telah diduduki oleh kelompok ISIL yang bertujuan mendidikan negara Islam.
Karena itu Kerry menghimbau agar pemimpin Irak bisa meningkatkan motivasi sekretarian untuk merekatkan pemerintahan sehingga dapat mewakilkan seluruh lapisan masyarakat Irak.
Selain bertemu dengan Maliki, dalam kunjungannya Kerry juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Irak serta pemimpin Syiah dan Sunni.
[mel]
BERITA TERKAIT: