Begitu kata direktur Program Pengendalian Demam Berdarah dari Kementerian Kesehatan Kamboja, Dr Ngan Chantha.
Ia menjelaskan, selama periode Januari hingga Mei tahun ini, sebanyak tiga orang tewas akibat demam berdarah. Angka tersebut merosot dari tahun sebelumnya yakni 19 orang.
"Penurunan luar biasa adalah berkat upaya kita dalam mengendalikan wabah penyakit ini melalui kampanye pendidikan dan menyediakan Abate (zat kimia yang disebarkan di tempat-tempat air guna membunuh larva) di lingkungan rumah tangga," katanya seperti dikutip
Xinhua (Sabtu, 21/6).
Chantha menghimbau kepada seluruh warga Kamboja agar menutup segala macam yang bisa berpotensi jadi sarang nyamuk aedes, penyebab demam berdarah.
"Musim hujan tahunan telah dimulai di Kamboja. Transmisi dengue juga akan mulai meningkat. Sehingga perlu menutup genangan air di dalam dan sekitar rumah untuk menghilangkan sumber nyamuk," tutupnya.
[mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: