Kelima pemimpin Taliban yang ditahan sejak tahun 2001 lalu itu terbang dari Amerika Serikat menggunakan pesawat militer C-17.
Kelima tahanan tersebut diketahui adalah Mohammad Fazl, Mullah Norullah Noori, Mohammed Nabi, Khairullah Khairkhwa dan Abdul Haq Wasiq.
Pemimpin tertinggi Taliban Mullah Omar menyebut bahwa pembebasan tersebut merupakan kemenangan besar.
"Saya menyampaikan ucapan selamat saya yang tulus untuk seluruh muslim bangsa Afghanistan, semua mujahidin dan kepada keluarga dan kerabat dari para tahanan atas kemenangan besar ini," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip
Al Jazeera (Minggu, 1/6).
"Saya juga berterimakasih kepada pemerintah Qatar, khususnya Sheikh Tamim bin Hamad yang membuat upaya pembebasan para pemimpin ini dan atas mediasinya untuk menjadi tuan rumah bagi (pembebasan) mereka," sambungnya.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Qatar, Khalid bin Mohamed Al Attiyah menyebut bahwa peran negaranya dalam kasus tersebut murni karena alasan kemanusiaan.
"Ketika Qatar mengambil peran perantara, memainkan peran ini secara kemanusiaan yang merupakan seluruh konsep hubungan luar negeri Qatar," katanya.
Diketahui bahwa kelima pemimpin Taliban tersebut dibebaskan untuk ditukar dengan pembebasan Sersan Bowe Bergdahl yang telah ditahan oleh taliban di Afganistan sejak Juni 2009 lalu.
Bergdahl sendiri telah diserahkan kepada tentara Amerika Serikat pada Sabtu malam (31/5) di daerah Afganistan Timur dekat dengan perbatasan Pakistan. Bergdahl sendiri dikabarkan berada dalam kondisi baik dan mampu berjalan.
[mel]
BERITA TERKAIT: