Kerjasama yang dibangun oleh Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste itu dibentuk untuk menciptakan pengelolaan dan perlindungan kawasan laut serta menghalau upaya eksploitasi.
"Dalam CTI ada program kerjasama CTMPAS (Coral Triangle Marine Protect Area System) network," jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaya dalam konferensi pers usai acara Coral Triangle MPA System and Falgship MPA Sites Launch Activity yang digelar dalam rangkaian World Coral Reef Conference 2014 di, Novotel Manado, Sulawesi Utara (Selasa, 13/5).
Dalam kerjasama tersebut, lanjutnya, teridentifikasi ada sekitar 1.900 titik yang memiliki potensi keindahan laut, terutama terumbu karang dan fauna laut di kawasan.
"Dari 1.900 tadi dicoba disusun metodologi kerja untuk menjaga keindahannya. Kemudian dipilih masing-masing negara untuk mencalonkan wilayahnya untuk jadi percontohan," terang Syarief.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa CTMPAS sendiri turut mencakup program pemberdayaan masyarakat di pesisir. Target pelaksanaan CTMPAS, sambungnya, secara penuh dicanangkan pada tahun 2020 mendatang.
"Bukan hanya kerjasama kemudian susun dokumen, tapi juga ada
regional plan of action dan
national plan of action dalam kurun waktu lima tahun," tandasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: