Nelson Mandela Masih Pengaruhi Pemilu Afrika Selatan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 07 Mei 2014, 13:27 WIB
Nelson Mandela Masih Pengaruhi Pemilu Afrika Selatan
bbc
rmol news logo Afrika Selatan menggelar pemilihan umum hari ini (Rabu, 7/5).

Pemilu tersebut merupakan yang kelima kalinya digelar politik apartheid berakhir di negara tersebut 20 tahun lalu.

Menurut sejumlah analisa seperti disebut BBC,  partai berkuasa African National Congress (ANC) memiliki peluang besar untuk kembali memangkan pemilu dan kembali menempatkan presiden petahana Jacob Zuma dalam puncak kekuasaan untuk periode kedua.

Kendati demikian, Zuma sendiri masih terbelit sejumlah masalah negara yang belum berhasil ditangani seperti angka pengangguran yang tinggi serta skandal korupsi.

Akan tetapi bukan berarti peluang rival ANC tidak memiliki kesempatan untuk menang. Pasalnya dalam sejumlah jajak pendapat yang digelar sebelum pemilu, tidak sedikit warga Afrika Selatan yang bersedia mendukung partai oposisi Democratic Alliance yang dipimpin oleh aktivis anti-apartheid Helen Zille dan partai Fighters Kebebasan Ekonomi yang dipimpin oleh mantan pemimpin muda ANC Julius Malema.

Besarnya peluang ANC lebih dikarenakan nuansa duka dan sejarah masa lalu mengenai kepergian mantan presiden pejuang anti-apartheid Nelson Mandela yang berasal dari partai tersebut.

Dalam kampanyenya, ANC juga kerap menggaungkan nama Mandela untuk menarik simpati masyarakat.

"Lakukan untuk Madiba, pilih ANC!" bunyi salah satu poster kampanye yang merujuk pada marga Mandela yakni Madiba.

Sekitar 25 juta orang terdaftar dalam DPT dan akan memilih di 22 ribu TPS yang dibuka di sekolah, tempat ibadah, situs otirutas suku, serta rumah sakit.

Bukan hanya itu, puluhan kendaraan yang melayani pemungutan suara mobile juga dikerahkan di daerah-daerah terpencil.

Personil polisi dan tentara juga dikerahkan di sejumlah lokasi untuk menjaga keamanan dan menghindari terjadinya kerusuhan.

Hasil pemilu sendiri diprediksi baru dapat diketathui pada Jumat (9/5) mendatang. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA