Seperti dilansir
Democratic Voice of Burma (Senin, 21/4), Win Tin dikenal sebagai seorang aktivis politik yang merupakan salah satu pelopor Liga Nasional untuk Demokrasi atau National League for Democracy (NLD), bersama dengan Aung San Suu Kyi. Ia dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam reformasi di Myanmar.
Win Tin meninggal setelah dirawat sejak 12 Maret lalu akibat gangguan pernafasan.
Selain sebagai seorang aktivis politik, ia juga dikenal sebagai seorang jurnalis. Keberaniannya menyuarakan demokrasi pernah membawanya mendekam di dalam penjara di bawah pemerintahan junta militer.
Ia menghabiskan hari-harinya di dalam penjaran selama 19 tahun sejak tahun 1989 silam hingga 2008 lalu.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: