Atas dasar itulah, guru-guru di Inggris menyerukan dan meninjau agar ujian akhir tersebut dapat dilakukan di pagi hari agar membantu siswa muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Seruan tersebut dikeluarkan oleh Asosiasi Guru atau Association of Teachers (ATL) di Manchester Inggris pada Rabu (16/4).
Mereka meminta agar ujian dapat diselesaikan sebelum pukul 12 siang demi menghindari hilangnya konsentrasi dari ratusan ribu siswa muslim yang menjalankan ibadah puasa dalam mengerjakan soal-soal ujian.
Salah satu anggota komite ATL Barry Lingard menyebut bahwa pihaknya telah membahas masalah tersebut dengan Dewan Kialifikasi Gabungan atau Joint Council for Qualifications (JCQ) mengenai pengaturan jadwal ujian.
Ia menyebut bahwa sulit untuk memindahkan jadwal ujian, namun pihaknya dan JCQ akan membahas dengan kelompok-kelompok muslim untuk meninjau apakah ujian lebih baik dilakukan pagi hari atau sore hari.
Sementara itu anggota ATL lainnya, Abdul Choudhury seperti dikutip
Daily Mail, menyebut bahwa Ramadhan dapat berpengaruh dalam musim ujian di Inggris. Pasalnya jumlah siswa muslim di Inggris saat ini telah meningkat secara signifikan sejak 25 tahun terakhir.
"Kami memiliki sejumlah siswa muslim dan saya tidak ragu sedikitpun akan standar yang dapat dipengaruhi oleh ini (Ramadhan)," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: