"Mesir tetap akan membutuhkan dukungan finansial yang bisa datang dari mitranya di (negara) Teluk lagi, atau jika pemerintah menginginkan bisa dari IMF dan lembaga keuangan internasional lainnya," kata kepala IMF di Mesir, Christopher Jarvis, seperti dikutip dari
AFP (Sabtu, 12/4).
IMF dan Mesir sempat terlibat dalam pembicaraan mengenai paket bailout sebesar 4,8 miliar dolar AS. Namun, pembicaraan itu terputus pada tahun lalu karena ketidakstabilan politik kembali terjadi di Mesir setelah militer menggulingkan presiden terpilih Mohammed Mursi dari Ikhwanul Muslimin.
Sementara itu, Jarvis menyarankan agar Mesir segera mengambil langkah politik yang sensitif untuk mengurangi subsidi BBM.
"Semakin cepat reformasi dimulai, semakin baik. Tapi kami melihatnya sebagai sebuah proses yang akan memakan waktu beberapa tahun," lanjut Jarvis,
"IMF akan selalu siap untuk membantu Mesir," tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: