Pemimpin oposisi yang ditemui Maduro adalah Henrique Capriles. Mereka berbincang selama sekitar enam jam.
Pertemuan tersebut diinisiasi oleh menteri luar negeri sejumlah Negara Amerika Selatan.
Maduro menyebut bahwa pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan apapun dengan oposisi.
"Tidak ada negosiasi di sini. Tidak ada pakta. Semua yang kita cari adalah model hidup berdampingan secara damai dan saling toleransi," jelasnya.
Maduro menekankan bahwa kesepakatan formal dengan oposisi akan membuatnya menjadi pengkhianat 'Chavismo', yakni platform sosialis yang dibentuk oleh Hugo Chavez.
Dalam pertemuan, Maduro hanya meminta oposisi untuk meninggalkan aksi kekerasan.
Diketahui gelombang protes yang terjadi di Venezuela muncul sejak Februari lalu yang menewaskan setidaknya 40 orang akibat aksi kekerasan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: