Warga Ukraina Timur Duduki Gedung Pemerintahan Tuntut Referendum Ala Krimea

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 07 April 2014, 11:46 WIB
Warga Ukraina Timur Duduki Gedung Pemerintahan Tuntut Referendum Ala Krimea
Bendera Rusia di Kharkiv/reuters
rmol news logo Belasan ribu massa pengunjuk rasa pro-Rusia menduduki bangunan pemerintah daerah di tiga kota di Ukraina bagian timur pada Minggu (6/4).

Ketiga kota itu adalah Donetsk, Luhansk, dan Kharkiv.

Mereka menduduki gedung pemerintahan daerah untuk kemudian mengibarkan bendera Rusia dan menyuarakan untuk digelarnya referendum serupa seperti yang dilakukan oleh Krimea untuk bergabung dengan Rusia.

Sekalipun terjadi ketegangan antara pengunjuk rasa dengan pasukan keamanan, namun tidak ada laporan mengenai korban tewas.

Menanggapi unjuk rasa tersebut, Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov berjanji untuk memulihkan ketertiban di Ukraina timur tanpa menggunakan kekerasan.

Ia menuding aksi unjuk rasa tersebut didalangi oleh presiden terguling Viktor Yanukovich bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pasalnya Yanukovich diketahui memiliki basis massa politik di kota Donetsk.

"Putin dan Yanukovich memerintahkan dan membayar gelombang terbaru dari gangguan separatis di bagian timur negara (Ukraina). Orang-orang yang telah berkumpul tidak banyak tetapi mereka sangat agresif," kata Avakov dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters.

"Situasi akan kembali di bawah kontrol tanpa pertumpahan darah," tegasnya.

Pasca unjuk rasa, Presiden sementara Ukraina Oleksander Turchinov segera menggelar pertemuan darurat dengan para kepala keamanan di Kiev untuk merumuskan cara mengambil kendali situasi tersebut.

Ketegangan di wilayah Ukraina timur, di mana banyak masyarakat berbahasa Rusia semakin meningkat terutama pasca penggulingan Yanukovich Februari lalu yang disusul dengan munculnya pemerintah sementara yang mendukung peningkatan hubungan dengan Uni Eropa dibanding dengan Rusia. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA