Dengan demikian, kini Ukraina harus membayar 385.50 dolar AS per 1,000 meter kubik gas dari harga semula 268.50 dolar AS.
Kepala eksekutif Gazprom Aleksey Miller menyebut bahwa langkah tersebut diambil dengan cara mengakhiri potongan harga gas alam yang semula diberikan atas kesepakatan yang dijalin dengan Ukraina ketika masih dipimpin oleh Presiden Viktor Yanukovich.
Namun Yanukovich yang kebijakaannya pro terhadap Rusia telah digulingkan Februari lalu dan digantikan oleh pemerintahan sementara yang kebijakannya pro terhadap Eropa.
Seperti dikabarkan
CNN, pengumuman Gazprom tersebut berpotensi meningkatkan tekanan pada pemerintah sementara di Ukraina yang tengah berjuang bangkit dari masalah ekonomi.
Ukraina selama ini sangat bergantung pada Rusia terkait pasukan energi. Ukraina juga disebut memiliki tunggakan pasokan gas sebesar 1.7 miliar dolar AS kepada Rusia.
Minggu lalu, International Monetary Fund (IMF) telah sepakat untuk memberikan pinjaman bagi Ukraina senilai 18 miliar dolar AS selama dua tahun ke depan untuk membantu reformasi perekonomian Ukraina, termasuk dalam sektor energi.
[mel]
BERITA TERKAIT: