Krisis Ukraina Tak Berdampak Negatif Pada Hubungan Rusia-RI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 25 Maret 2014, 15:14 WIB
Krisis Ukraina Tak Berdampak Negatif Pada Hubungan Rusia-RI
Mikhail Galuzin/net
rmol news logo . Krisis politik antara Ukraina dan Rusia menyusul referendum yang dibuat oleh warga Krimea untuk memisahkan diri dari Ukraina, tidak memberikan dampak bagi hubungan Rusia-Indonesia.

"Tentu saja tidak ada pengaruh negatif terhadap hubungan Rusia dengan Indonesia, dan Rusia secara menyeluruh sebagai akibat dari perkembangan di Ukraina," tegas Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin selepas acara Russia-Indonesia Business Dialogue yang digelar di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa siang (25/3).

Pasalnya, jelas Galuzin, dirinya memandang bahwa yang ada saat ini adalah krisis di dalam negeri Ukraina, bukan krisis hubungan Rusia dengan Ukraina.

Karena itu, lanjut Galuzin, hubungan Rusia dengan Indonesia saat ini masih terus dilanjutkan dalam kerangka kerjasama, termasuk di antaranya dalam bidang ekonomi.

"Kedua belah pihak (Indonesia-Rusia) sangat berniat untuk mengembangkan kerjasama berdasarkan kepentingan negara masing-masing. Inilah sikap pihak Indonesia yang sangat kami hormati dan hargai,"
tegasnya.

Untuk diketahui, krisis Ukraina saat telah mencapai tahap pelepasan diri wilayah otonomi Krimea untuk kemudian bergabung dengan Rusia. Hal tersebut dilakukan setelah warga Krimea yang mayoritas merupakan orang berbahasa Rusia merasa ditekan pasca dilengserkannya Presiden Viktor Yanukovych yang kemudian digantikan oleh Presiden sementera Oleksandr Turchynov. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA