Hal tersebut diungkapkan oleh badan pengungsi PBB atau UNHCR seperti dilansir
al Jazeera pada hari ini (Jumat, 21/3).
Menurut laporan tersebut, sebanyak 56.351 penduduk Suriah diketahui meninggalkan tanah air tahun 2013. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih besar dari pada tahun sebelumnya yakni sebesar 25.232 orang.
Sementara itu Rusia menempati posisi kedua karena sebanyak 39.779 orang meninggalkan tanah air dan mencari suaka. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 22.650 orang.
Direktur perlindungan internasional UNHCR Volker Turk menyebut bahwa lonjakan pencari suaka dari Rusia disebabkan karena adanya elemen migrasi yang kuat secara tradisional, terkait dengan wilayah Chechnya Rusia, dimana terdapat konflik antara gerakan separatis dan pemerintah.
Turk memperkirakan jumlah tersebut akan meningkat tahun ini, kecuali bila ada penyesuaian politik untuk mengatasi krisis di negara-negara tersebut.
Sementara itu, selama tahun 2013 sebanyak 38,653 penduduk Afganistan mencari suaka. Jumlah tersebut menurun dari tahun sebelumnya, yakni sebesar 47,519 orang.
Sementara itu posisi keempat dan kelima diduduki oleh Irak (38,171 orang) dan Serbia (34,660 orang).
Sementara itu UNHCR juga menlansir bahwa 38 negara Eropa pada tahun 2013 mengalami peningkatan terbesar dalam aplikasi suaka dengan Jerman, Prancis, dan Swedia sebagai negara tujuan terpopuler bagi pencari suaka, terutama yang berasal dari Suriah.
Eropa secara keseluruhan mendapatkan sebanyak 484.600 klaim suaka, 32 persen lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya. Jerman menerima 109,580 pencari suaka, sementara Prancis menerima 60,100 orang, Swedia 54,360 orang, Turki 44,810 orang, Inggris 29,190 orang, Italia 27,830 orang, Swiss 19,440 orang dan Hungaria 18,570 orang.
Selain Eropa, negara yang menjadi tujuan pencari suaka adalah Amerika Serikat dengan 66.360 orang dan Australia 24,320 orang.
[rus]
BERITA TERKAIT: