
Olimpiade Musim Dingin di Sochi, Rusia menuai kontroversi setelah mantan juara skating, Irina Rodnina, menyalakan api Olimpiade.
Pemilihan wanita yang saat ini menjadi anggota parlemen dari partai pimpinan Presiden Vladimir Putin itu dinilai sebagai hal yang melecehkan. Pasalnya, wanita berusia 64 tahun itu pernah dianggap bersikap rasis.
Hal itu terjadi pada tanggal 15 September 2013 saat Rodnina mengunggah foto Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama dan istrinya sedang melihat buah pisang.
Namun begitu, panitia penyelenggara olimpiade membela dengan mengatakan bahwa keputusan menunjuk Rodnina menyalakan api Olimpiade pada Jumat malam (7/2) sudah tepat. Terlebih Rodnina pernah mengharumkan nama Rusia di mata dunia.
"Irina Rodnina adalah salah seorang atlet yang paling dihormati di dunia Olimpiade dan saya ingin menekankan bahwa Olimpiade tidak menyangkut politik," kata ketua panitia penyelenggara Sochi 2014, Dmitry Chernyshenko sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 8/2).
Chernyshenko bahkan meminta sejumlah pihak untuk tidak mengkaitkan urusan politik dalam olimpiade. "Seluruh pembicaraan atau diskusi politik tidak pantas dibahas di Olimpiade," tambahnya.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: