Hasil penelitian itu diumumkan tahun lalu, dan kembali dibicarakan pekan ini dalam pertemuan Komisi Kerjasama AS-China.
Dikutip dari
Business Insider, Bruce W. Bennett yang menulis laporan berjudul
Preparing for the Possibility of a North Korean Collapse itu mengatakan, ada tujuh hal mengerikan yang mungkin terjadi setelah Kim Jong Un digulingkan.
Pertama, kompetisi di kalangan faksi-faksi di tubuh kelompok militer yang dapat berkembang menjadi
warlordism. Korea Utara dapat terpecah menjadi beberapa zona militer. Keadaan ini akan sama buruknya dengan situasi anarkis di Somalia saat ini.
Kedua, kejatuhan rezim Kim Jong Un juga akan disusul situasi perekonomian yang begitu buruk. Bahan makanan menghilang karena diperebutkan elit militer sehingga kelaparan pun meluas.
Ketiga, situasi anarkis itu dapat berakhir dengan kemenangan kelompok militer yang sama brutalnya dengan rezim Kim Jong Un.
Kejadian buruk keempat yang mungkin terjadi berkaitan dengan upaya penyatuan kembali atau reunifikasi Korea yang diinginkan Korea Selatan. Bila Korea Selatan berhasil memanfaatkan keadaan ini untuk menyatukan kembali Korea, kelompok-kelompok militer Korea Utara yang tidak terintegrasi dengan masyarakat sipil akan menjelma sebagai organisasi kriminal.
Kelima, juga ada kemungkinkan ilmuwan Korea Selatan yang bekerja di sejumlah fasilitas senjata pemusnah massal (WMD) menjual senjata-senjata yang ada termasuk hulu ledak nuklir ke organisasi teroris internasional.
Kemungkinan buruk keenam yang harus diantisipasi berkaitan dengan Republik Rakyat China yang sedang mempersiapkan zona penyanggah di Korea Utara. Rencana China ini tidak sejalan dengan skenario Amerika Serikat dan Korea Selatan. Ini tentu saja dapat meningkatkan ketegangan antara Amerika dan Korsel di satu sisi dengan China di pihak lain.
Terakhir, penggulingan Kim Jong Un juga bisa berujung pada disintegrasi Korea Utara seperti yang dialami Jerman pasca Perang Dunia Kedua. Ini mungkin tidak menciptakan perang terbuka di kawasan itu, tetapi memperpanjang ketegangan seperti yang sekarang ini terjadi.
[dem]
BERITA TERKAIT: