Karena itulah, PBB menggelar pertemuan dengan negara-negara pendonor untuk menghimpun dana bagi para korban perang Suriah pada Rabu (15/1) kemarin di Kuwait. Pertemuan tersebut menyepakati rencana pemberian bantuan kemanusiaan sebesar USD 2,4 miliar bagi korban perang Suriah.
Pertemuan itu dihadiri oleh hampir 70 delegasi negara dan 24 organisasi internasional. "Setengah dari total populasi di Suriah, hampir 9.3 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan segera. Saya secara khusus memperhatikan laporan mengenai kelaparan di Suriah," jelas Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon di hadapan para partisipan.
Sebagai tuan rumah, Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmed al-Sabah, berjanji akan memberikan donasi sebesar USD 500 juta.
Sementara Amerika Serikat berkomitmen akan menyalurkan bantuan sebesar USD 380 juta. Namun, AS memperingatkan bahwa upaya internasional mengurangi kesulitan warga Suriah akan gagal bila Presiden Bashat al-Assad tidak mengizinkan bantuan kemanusiaan tersebut diberikan pada warga yang membutuhkan.
Negara lain yang juga memberikan sumbangan besar bagi Suriah adalah Arab Saudi yang memberikan bantuan sebesar USD 60 juta. Sedangkan Inggris berjanji memberikan bantuan sebesar USD 164 juta.
Pertemuan untuk menghimpun bantuan bagi Suriah tersebut digelar dua minggu sebelum konferensi damai Suriah digelar di Swiss.
PBB menyebut setidaknya butuh USD 2,3 miliar untuk membantu 9,3 juta orang di Suriah dan USD 4,2 miliar bagi pengungsi Suriah yang berada di negara-negara tetangga, demikian seperti dikutip dari
al Jazeera.
[zul]
BERITA TERKAIT: