Vatikan Bereaksi Iran Tak Diundang Konferensi Damai Suriah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 15 Januari 2014, 12:37 WIB
Vatikan Bereaksi Iran Tak Diundang Konferensi Damai Suriah
FOTO:NET
rmol news logo Tidak diundangnya Iran dalam konferensi internasional untuk membahas resolusi konflik Suriah pada akhir bulan Januari ini di Swiss memicu reaksi dari Vatikan.

Melalui sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Selasa (14/1), Vatikan berharap bahwa Iran dapat diundang dalam konferensi yang dikenal dengan istilah Jenewa II tersebut.

"Untuk membangun dasar perdamaian regional, Jenewa II perlu menjamin partisipasi inklusif dari seluruh pihak, termasuk adalah negara dalam kawasan dan seterusnya," tulis keterangan Vatikan tersebut seperti dikutip media Iran, Irib.

Vatikan juga menyerukan agar konflik bersenjata yang terjadi di Suriah dapat diselesaikan tanpa adanya prasyarat politik apapun dengan memulai dialog antar pihak yang berkonflik.

Sehari sebelumnya (Senin, 13/1), Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif yang menggelar konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Lebanon, Adnan Mansour di Beirut menyatakan bahwa pihaknya siap menghadiri perundingan damai Suriah bila diundang tanpa prasyarat apapun.

Untuk diketahui, tidak masuknya Iran dalam daftar negara yang diundang untuk mengikuti konferensi terjadi karena Amerika Serikat (AS) belum menyetujui adanya peran negara tersebut dalam pembicaraan damai. AS bersama dengan Rusia memiliki wewenang untuk menentukan negara mana saja yang dapat diundang dalam konferensi, mengingat kedua negara tersebut merupakan penggagasnya.

Menlu AS, John Kerry pada awal Januari 2014 sempat menawarkan Iran untuk berkontribusi dalam pembicaraan damai, hanya saja dengan peran sampingan. Iran menolak tawaran tersebut karena dianggap tidak menghormati martabat bangsa.

AS beralasan bahwa Iran sebagai sekutu Suriah dinilai dapat memainkan peran konstruktif dalam mencari resolusi untuk mengakhiri perang sipil yang terjadi di Suriah sekalipun tanpa berpartisipasi penuh dalam pembicaraan. AS juga menyebut bahwa Iran tidak secara terbuka mendukung upaya menciptakan pemerintahan transisi di Suriah. Indonesia termasuk dari puluhan negara yang diundang untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai Suriah tersebut. Selain itu, sejumlah pemain kunci yang terlibat dalam konflik Suriah juga dilibatkan.

Konferensi damai Suriah dijadwalkan akan digelar di Swiss dalam dua bagian. Bagian pertama yang merupakan sesi pembuka akan digelar pada tanggal 22 Januari di kota Montreux Swiss. Bagian kedua dijadwalkan akan digelar pada tanggal 24 Januari di Kantor PBB di Jenewa.[wid] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA