Di Palestina, Ariel Sharon dianggap sebagai sosok yang dibenci. Jenderal Israel ini dikenal sebagai sosok yang keras kepala. Dia kerap melawan perintah. Dan ketika menjadi politisi ia dikenal sebagai bulldozer bagi rakyat Palestina.
"Tentu saja tidak ada perasaan senang dalam kematian. Namun malangnya saya harus mengatakan bahwa Sharon tidak meninggalkan kenangan manis bagi rakyat Palestina," kata seorang tokoh politik Palestina, Mustafa Barghouti, seperti dikutip
BBC (Minggu, 12/1).
Menurut Barghouti, sikap Sharon yang menempuh jalur agresi dan perang dalam mewujudkan perdamaian, melukai hati rakyat Palestina. Pasalnya, puluhan ribu rakyat palestina tewas selama perang yang didalangi Sharon.
"Sayangnya, ia menempuh jalan perang dan agresi yang menjadikan kegagalan besar dalam menciptakan perdamaian dengan rakyat Palestina," tambah Mustafa Barghouti.
Sikap lebih ekstrim ditunjukkan oleh Hamas. Penguasa Jalur Gaza ini menyatakan bahwa kematian Ariel Sharon telah menandai hilangnya seorang "penjahat" yang tangannya berlumuran darah Palestina.
Sharon wafat kemarin (Sabtu, 11/1) di sebuah rumah sakit di Tel Aviv, setelah sebelumnya terbaring koma selama delapan tahun. Ia menghembuskan nafas terakhir dalam usia 85 tahun
Sebagai catatan, saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan di tahun 1982, Ariel Sharon pernah memerintahkan invasi besar-besaran pasukan Israel ke negeri tetangga mereka, Lebanon. Salah satu peristiwa besar dalam perang 1982 ini adalah pembantaian ribuan pengungsi Palestina di kamp Sabra dan Satilla di Lebanon. Ariel Sharon sampai sekarang masih dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembantaian itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: