Beruntung, serangan ini tidak menyebabkan kerusakan berarti dan tidak melukai warga setempat. Namun begitu, militer Israel tetap merespon serangan dengan beberapa kali melepaskan tembakan artileri melintasi perbatasan kedua negara.
Dalam sebuah pernyataan, militer Israel menyatakan bahwa serangan roket asal Lebanon itu mendarat di dekat kota Kiryat Shmona.
"Kami menanggapi serangan itu dengan tembakan artileri ke arah sumber peluncuran," lanjut pernyataan tersebut sebagaimana dilansir
Reuters (Minggu, 29/12).
Seorang saksi mata di daerah perbatasan mengatakan, lebih dari 20 peluru altileri Israel menghantam sebuah kota di selatan Lebanon yang berbatasan dengan Israel.
Perbatasan Israel-Lebanon sebagian besar telah tenang sejak Israel dan milisi Hizbullah Lebanon terlibat perang 34 hari pada tahun 2006. Namun, ketegangan kembali meningkat pada bulan ini setelah tentara Lebanon membunuh seorang tentara Israel yang mencoba menyusup ke negaranya di perbatasan.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: