
Pasukan keamanan Mesir menangkap Hisham Qandil, perdana menteri di bawah presiden terguling Mohamed Moursi, kemarin (Selasa, 24/12) di padang pasir di selatan Mesir. Qandil ditangkap saat sedang bersama sejumlah orang untuk melarikan diri ke Sudan.
"Penangkapan dalam upaya melaksanakan perintah pengadilan yang dikeluarkan terhadap dirinya," begitu pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Mesir, seperti disiarkan kantor berita
AFP (Rabu, 25/12).
Qandil diangkat pada bulan Juli 2012 oleh Mursi setelah Mursi memenangkan pemilihan umum demokratis pertama di Mesir menyusul jatuhnya Presiden Hosni Mubarak pada tahun 2011. Mursi digulingkan oleh militer pada bulan Juli setelah adanya aksi protes terhadap pemerintahannya.
Persidangan terhadap Qandil dilakukan pada April 2012. Pengadilan menjatuhkan hukuman Qandil satu tahun penjara karena gagal melaksanakan perintah pengadilan untuk kembali menasionalisasi-perusahaan yang telah diprivatisasi pada tahun 1996. Putusan tersebut dikuatkan pengadilan banding di Kairo pada bulan September.
Qandil diangkat sebagai Perdana Menteri pada bulan Juli 2012 oleh Moursi setelah Moursi memenangkan pemilihan umum demokratis pertama di Mesir menyusul jatuhnya Presiden Hosni Mubarak pada tahun 2011. Mursi digulingkan oleh militer pada bulan Juli setelah adanya aksi protes terhadap pemerintahannya.
Qandil mewakili aliansi kelompok-kelompok pro Mursi dalam pertemuan dengan mediator Eropa yang mencoba meredakan ketegangan dengan pemerintah dukungan militer. Namun upaya itu gagal menyusul aksi kekerasan yang terus meningkat yang dilakukan pihak militer.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: