Hal tersebut diungkapkan oleh duta khusus yang diutus oleh Amerika Serikat untuk menangani masalah Sudan Selatan, Donald Booth seusai melakukan pertemuan dengan Kiir di Juba pada Senin (23/12) waktu setempat.
"Presiden Kiir menyatakan kepada saya bahwa ia siap memulai pembicaraan dengan Riek Machar untuk mengakhiri krisis tanpa syarat selama pihak pemberontak menginginkan (pembicaraan)," kata Booth seperti dikutip
Al Jazeera.
Kesediaan Kiir tersebut membuka titik terang atas konflik internal yang terjadi di negara baru yang memisahkan diri dari Sudan tersebut.
Sebelumnya, Machar juga telah menyatakan kesiapannya kepada media untuk memulai dialog dengan Kiir demi menemukan solusi damai untuk mengakhiri kekerasan yang dipicu konflik etnis dengan syarat bahwa Kiir harus terlebih dahulu melepaskan sejumlah politisi yang ditangkapnya.
Kekerasan di Sudan Selatan bermula ketika Kiir yang juga merupakan bagian dari etnis mayoritas Dinka menuduh Machar yang berasal dari kelompok etnis Nuer telah mencoba menggunakan kekuatan bersenjata untuk menumbangkan kekuasannya. Atas hal tersebut, Kiir menangkap 11 politisi yang dinilai telah mencoba melakukan upaya menumbangkan kekuasaan.
Konflik internal tersebut, menurut laporan PBB, setidaknya telah menewaskan 500 orang dan 35 ribu lainnya terpaksa mengungsi untuk menghindari konflik. PBB telah mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Sudan Selatan demi meredam konflik. Saat ini terdapat sekitar 6.700 pasukan PBB dan 670 petugas polisi di Sudan Selatan.
[rus]
BERITA TERKAIT: