Serangan tersebut menurut laporan al Jazeera telah menewaskan tiga pasukan penjaga perdamaian PBB asal India.
Sementara laporan PBB, sebagaimana dirilis melalui situs resminya, menduga serangan tersebut juga mengenai masyarakat sipil yang tengah berlindung di dalam pangkalan. Masyarakat sipil tersebut mencari perlindungan untuk menghindari konflik kekerasan yang terjadi antara pemerintah dan kelompok pemberontak.
Menanggapi serangan tersebut, Sekretaris jenderal PBB, Ban Ki-moon melalui jurubicaranya menyebut bahwa pihaknya terkejut dengan serangan tersebut. Ban meminta, baik pemerintah maupun oposisi agar menghargai hak para warga sipipl dan menjamin keamanan mereka.
"UNMISS melakukan apapun yang mampu dilakukan, dalam batas kemampuannya dan dalam situasi yang tidak pasti untuk melindungi warga sipil , melalui personil internasional PBB yang dikerahkan ke lokasi," kata jurubicara Ban.
Sementara menurut laporan UNMISS kepada markas besar PBB di New York, pada saat kejadian, di lokasi terdapat 43 pasukan penjaga perdamaian PBB yang berasal dari India, enam penasihat PBB, dua staf sipil PBB, dan sekitar 30 warga sipil Sudan Selatan yang tengah meminta perlindungan.
PBB menyebut bahwa secara keseluruhan telah memiliki sebanyak 6.800 pasukan dan polisi di seluruh Sudan Selatan dan telah menampung lebih dari 35.000 pengungsi.
[dem]
BERITA TERKAIT: