
Pegiat kampanye menyetir untuk perempuan dihentikan polisi saat tengah mengendarai mobil di Ibukota Arab Saudi, Riyadh. Aziza al Yousef mengaku dirinya dibawa ke kantor polisi untuk diminta menandatangani perjanjian tidak menyetir kembali.
Sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 30/11), Aziza digelandang ke kantor polisi setelah mengunggah kembali foto yang memperlihatkan dirinya tengah menyetir mobil. Dalam foto yang diunggah kemarin (29/11) itu, memperlihatkan Aziza yang tengah menyetir dengan mengenakan abaya hitam dan kerudung. Rekannya, Eman al Nafjan yang mengambil foto itu dan dalam salah satu foto tampak seorang pengemudi pria mengangkat jempolnya untuk mereka.
Namun kampanye menyetir untuk perempuan ini dihentikan polisi. Keduanya digelandang ke kantor polisi untuk diminta menandatangani surat keterangan agar berhenti mengemudi.
Dua hari sebelum insiden ini, Aziza al Yousef sempat bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi untuk membahas larangan menyetir bagi perempuan di negara tersebut. Aksi Aziza ini mendapat dukungan dari sebagian besar perempuan Arab yang disaat bersamaan menggalang aksi protes mengemudi di jalanan.
Sekitar 17.000 orang sempat menandatangani petisi yang meminta agar perempuan diperbolehkan mengemudi. Mereka juga meminta penjelasan kenapa larangan seperti itu masih dipertahankan.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: