Menurut jurubicara Angkatan Udara China, Kolonel Shen Jinkle dalam pernyataan yang dimuat di situs Kementerian Pertahanan China, seperti dikutip dari
Xinhua, pesawat tempur yang dikirim ke ADIZ tersebut merupakan pesawat jenis Su-30 dan J-11.
Su-30 adalah pesawat tempur berkapasitas dua orang yang dikembangkan oleh Rusia dan disebut sebagai pesawat yang dapat melakukan manuver tingkat tinggi karena mampu melakukan serangan pada target yang berada di atas tanah maupun di permukaan laut. Sementara, J-11 merupakan pesawat tempur buatan China yang memiliki kapasitas satu orang dan dapat melakukan serangan darat.
Pengiriman pesawat temput dilakukan sebagai patroli udara rutin demi memperkuat monitoring terhadap ADIZ. Patroli tersebut merupakan langkah pertahanan udara China demi mencegah anncaman-ancaman dari negara lain.
Untuk diketahui, ADIZ merupakan zona yang baru dideklarasikan oleh China pada Sabtu (23/11). Menurut klaim China, zona tersebut merupakan upaya menjaga kedaulatan teritorial dengan cara menjaga ketertiban penerbangan. Dengan deklarasi tersebut, China juga menerapkan peratuan baru di zona tersebut.
Beberapa peraturan yang diterapkan China adalah, setiap pesawat yang akan melintas di atas ADIZ harus memberitahukan rencana penerbangan mereka, membuat tanda kewarganegaraan mereka pada pesawat, serta menjaga komunikasi radio dua arah.
ADIZ menjadi perdebatan karena zona tersebut meliputi wilayah yang disengketakan dengan sejumlah negara, antara lain adalah kepulauan Senkaku atau Diaoyu yang telah diperebutkan oleh kedua negara selama bertahun-tahun.
[wid]
BERITA TERKAIT: