Dua buah ledakan pada Selasa pagi tersebut menewaskan 23 orang dan melukai 146 lainnya. Duta Besar Iran untuk Libanon, Ghazanfar Roknabadi, selamat. Namun, atase kebudayaan kedutaan, Ebrahim Ansari, menjadi salah satu korban tewas.
Pernyataan kelompok teroris itu dirilis melalui akun twitter petinggi kelompoknya, Sheikh Sirajeddine Zuraiqat.
"Ini adalah dua operasi martir yang dilakukan oleh dua pahlawan Sunni Lebanon. Tuhan memberkati mereka," tulis Sheikh Zuraiqat sesaat sebelum akun twitternya non-aktif, pada Selasa (19/11), seperti dilaporkan
Telegraph.
Kelompok tersebut memperingatkan akan terus menyerang, kecuali milisi Syiah Iran Hizbullah yang berbasis di Libanon berhenti mengirimkan pejuang untuk mendukung pemerintah Suriah. Kelompok tersebut juga menuntut pembebasan anggota mereka yang ditahan di Libanon.
Pasukan Abdullah Azzam merupakan satu kelompok militan Sunni Libanon yang terlibat dalam konflik di Suriah dengan mengirimkan bantuan uang dan pejuang untuk bergabung dengan oposisi Sunni dalam perang sipil melawan pemerintah Bashar Al Assad.
Kawasan di sekitar kedutaan Iran di Beirut merupakan basis pendukung Hizbullah. Negara Iran juga merupakan salah salah satu pendukung Hizbullah yang telah mengirim pejuangnya ke Suriah untuk membantu pemerintahan Assad.
[ald]