Ia juga menyatakan siap menyambut setiap orang yang hadir dalam Olimpiade tanpa memandang kebangsaan, ras, ataupun orientasi seksual. Pernyataan yang dibuat pada Senin (28/10) tersebut menyusul kontroversi terkait masalah homoseksualitas di Rusia.
Pernyataan Putin tersebut juga turut memberikan jaminan terhadap masyarakat Internasional bahwa siapa saja bisa datang pada Olimpiade tersebut. Ia menyampaikan pernyataannya itu ketika menyambut Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach dan pejabat olahraga lainnya di resornya di Sochi, kota dimana Olimpiade akan digelar.
"Kami sedang menyiapkan segala sesuatunya, baik penyelenggara, atlet, dan pendukung. Jadi para peserta dan tamu dapat merasa nyaman di Sochi. Terlepas dari kebangsaan, ras ataupun orientasi seksual," kata Putin seperti dikabarkan
CNN.
Pada bulan Juni 2013 lalu, Putin menandatangani UU yang melarang penyebaran informasi kepada anak di bawah umur yang dapat memicu meningkatnya hubungan sesama jenis di Rusia. UU tersebut juga memberikan wewenang untuk mengenakan denda, menahan serta mendeportasi warga negara asing yang terindikasi melakukan provokasi mengenai hubungan sesama jenis di Rusia.
UU tersebut memicu kemarahan global dan muncul protes pemboikotan Olimpiade Musim Dingin. Terlebih lagi penyanyi pop legendaris Amerika, Cherylin Sarkisian juga menolak undangan untuk tampil di Olimpiade tersebut karena menolak UU anti sesama jenis di Rusia.
[wid]
BERITA TERKAIT: