Berdasarkan informasi yang dihimpun
Al Jazeera, penembakan terjadi ketika sekelompok orang baru saja meninggalkan pesta pernikahan yang digelar di gereja di kawasan Al-Warak, sebelah Utara Kairo. Secara tiba-tiba, dua orang yang berboncengan menggunakan motor melintas dan salah satunya melepaskan tembakan.
"Ada dua pria yang mengendarai sepeda motor dan salah satu dari mereka melepaskan tembakan," katapejabat Kementerian Dalam Negeri Mesir.
Tiga orang tewas seketika, sementara sembilan lainnya mengalami luka-luka. Mayoritas umat Kristen di Mesir yang merupakan pengikut Gereja Ortodoks Koptik, telah menjadi target serangan sejak tumbangnya rezim Presiden Morsi, khususnya sejak 14 Agustus ketika terjadi penumpasan pada kamp pendukung Morsi oleh pasukan keamanan Mesir.
Pendukung Morsi menuduh bahwa Kristen Koptik mendukung terjadinya kudeta terhadap Morsi. Persepsi tersebut muncul setelah Paus Koptik Tawadros II hadir bersama kepala militer Jenderal Abdel Fattah Al Sisi ketika mengumumkan penggulingan Morsi di televisi.
Sementara kelompok-kelompok pembela HAM mengatakan bahwa penganut Koptik, yang jumlahnya 6-10 persen dari 85 juta orang Mesir, telah diserang terutama di provinsi Minya dan Assiut di Mesir Tengah. Selain itu, pada 9 Oktober lalu, Amnesti Internasional juga mengungkapkan bahwa lebih dari 200 properti milik orang Kristen dan 43 gereja telah dirusak di seluruh negara terhitung sejak sejak penumpasan terhadap para pendukung Morsi di Kairo.
[ald]
BERITA TERKAIT: